Lakukan Aksi di Nganjuk, Polisi Lubangi Betis Residivis Kambuhan Asal Surabaya

nganjuksatu, 21 Aug 2019,
Share w.App T.Me

NGANJUK - Polisi terpaksa menembak satu dari empat pelaku pencurian pembobol gudang beras dan pencurian hewan ternak di wilayah Kabupaten Nganjuk.

Pelaku yang dilumpuhkan bernama Roni Alex Walang (DPO), warga jalan Kupang Indah no 3 Sonokwijenan Kecamatan Sukomanunggal Surabaya terpaksa ditembak lantaran berusaha kabur saat ditangkap.

Kapolres Nganjuk AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta menerangkan, pencurian yang dilakukan Roni bersama ketiga rekannya itu sudah kami lakukan penangkapan saat ini sedang dilimpahkan di kejaksaan, adanya pelaku yang diamankan ini DPO dari ketiga pelaku yang terlebih dahulu kami tangkap.

"Mereka ini sudah melakukan pencurian dan penjambretan di wilayah Nganjuk," terangnya saat konfrensi pers di Mapolres Nganjuk, Rabu (21/8/2019).

Barang yang dicuri, berupa dua puluh karung sak berbagai macam tulisan, empat ekor ternak sapi brahman.

"Selama hampir kurang tiga-empat bulan kami terus melakukan serangkaian penyelidikan. Hasilnya mengarah kepada Roni Alex Walang berada di Surabaya diduga sebagai salah satu pelakunya," jelas Dewa.

Kecurigaan polisi mengarah ke Roni Dugaan itu menguat ketika anggota Reskrim Polres Nganjuk yang membuntuti Roni ke tempat kerjanya di Surabaya, karena merasa dibuntuti pelaku berusaha melarikan diri seketika itu petugas memberikan peringatan tapi tidak diindahkan.

"Anggota langsung menyergap Roni. Namun Roni mencoba melarikan diri ketika akan dibawa ke Mapolres Nganjuk," jelasnya.

Tembakan peringatan yang diberikan anggota pun dicuekin Roni. Dengan terpaksa, anggota mengambil tindakan tegas untuk melumpuhkannya. Betis Roni ditembak.

Kepada anggota dia mengaku pencurian disertai pemberatan itu dilakukan bersama ketiga rekannya. Modusnya dengan cara membobol gembok di gudang dan mencuri hewan ternak

"Kemudian mereka merusak gembok, Pelaku langsung mengambil barang jarahannya," papar Dewa

Roni dan barang bukti masih diamankan di Mapolres Nganjuk guna dilakukan proses lebih lanjut.

"Roni dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman penjara di atas lima tahun. Sedangkan ketiga pelaku lainnya sudah dilimpahkan ke kejaksaan," tegas Dewa. (red/kla)

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu